Jogjatime.com- Pasangan pengantin baru Zannuba Arifah Chafsoh yang lebih dikenal sebagai Yenny Wahid dan suaminya Dhohir Farisi punya cara unik mengisi bulan madu.
Di tengah masa bulan madunya, pasangan politisi muda itu terlihat mengobrol santai bersama belasan pelawak Yogyakarta di halaman samping Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (6/12). "Keluarga kami sangat menghargai lawak dan komedi. Bahkan saat resepsi pernikahan pun, hiburannya dipanggilkan lawak," kata putri Abdurrahman Wahid yang dikenal gemar melucu itu.
Bukan lawakan yang berlangsung sore itu, namun perbincangan seputar dunia seni komedi dan permasalahannya. Sarasehan menjadi lebih akrab saat Yenny dan Dhohir bersahutan menceritakan kejadian-kejadian lucu seputar proses pernikahan mereka serta banyolan khas Gus Dur yang membuat yang hadir tertawa.
Pertemuan itu sekaligus reuni Dhohir bersama teman-temannya saat berkuliah di Universitas Gadjah Mada dulu. Hadir pula dalam sarasehan yang diselenggarakan Jogja Jokes Network (Jojon) Center itu aktor dan komedian Yogyakarta Butet Kertaredjasa, Dibyo Primus dari Negeri Impian, dan para pelawak muda Yogyakarta yang tergabung dalam Plat AB.
Menurut Yenny, lawak menunjukkan satu tingkat kecerdasan tertentu. Karena untuk mencetuskan satu humor, seseorang membutuhkan kepandaian serta kreatifitas. Lawak juga menjadi media yang tepat untuk mengutarakan kritik pada penguasa tanpa menyinggung.
Selain itu, sarasehan dengan suguhan teh hangat dan gorengan itu membahas berbagai permasalahan di dunia lawak. Salah satu permasalahan adalah mutu lawakan yang semakin rendah. Seni komedi serta pelakunya juga masih kurang dihargai dari jenis-jenis seni lainnya. "Padahal, butuh keseriusan total dan etos kerja tinggi agar bisa selamat sebagai pelawak," kata Butet.
Salah satu permasalahan adalah tidak adanya sistem pendidikan formal dan minimnya etos kerja pelawak zaman ini. Untuk itu, para pelawak meminta Yenny untuk mendirikan lembaga pendidikan resmi, sejenis akademi, untuk seni komedi.
"Saya yakin formulasi kurikulumnya bisa dibuat," kata Direktur Jojon Center Sholahuddin. Dhohir yang juga anggota DPR itu mengusulkan agar para pelawak beraudiensi dengan Komisi X DPR untuk membicarakan permasalahan mereka. "Di komisi X kan banyak pelawak juga," katanya.
Sarasehan itu berakhir dengan obrolan ringan. Menjelang malam, pasangan sejoli yang menikah sekitar dua pekan lalu itu kembali ke hotelnya.(jtm/kompas, img:jogjanews.com)




